Jumat, 17 April 2015

PEMBIAYAAN USAHA BARU


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I    PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
B.            Rumusan Masalah
C.             Tujuan Penulisan
D.           Manfaat Penulisan

BAB II   PEMBAHASAN
A.           Masalah Masalah dalam Pencarian Modal Usaha
B.            Pembiayaan Bisnis
C.            Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
D.           Analisa Peluang Pokok
E.            Mencari Sumber Modal Usaha
F.             Hubungan Dengan Modal
G.           Penialaian Perusahaan

BAB III PENUTUP

3.1        Kesimpulan
3.2        Saran

DAFTAR PUSTAKA



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kami dalam menyelesaikan tugas makalah yang berjudul  “Pembiayaan Usaha Baru”
Makalah ini mengambil referensi dari berbagai situs di internet yang membahas mengenai pembiayaan usaha baru. Anda dapat melihatnya pada situs yang tertera pada daftar pustaka dilembaran akhir.
Kami menyadari makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, baik informasi maupun pengetahuan, oleh sebab itu kami harap Anda dapat memakluminya. Semoga informasi yang di terangkan lewat tulisan ini kiranya dapat memberikan tambahan pengetahuan dan informasi yang berguna bagi Anda dan khususnya kami sebagai pemakalah.   Aamiin...




                                                                                                                 Solok, 27 februari 2015




BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Manusia dalam mempertahankan hidupnya melakukan berbagai macam cara,salah satunya adalah melakukan kegiatan atau aktivitas bisnis. Melalu kegiatan itu manusia dapat memenuhi tuntutan hidupnya yang semakin hari semakin kompleks. Kehidupan manusia dijaman seperti ini begitu cepat berputar. Setiap hari manusia bekerja demi mempertahankan hidupnya,kehidupan yang serba cepat memacu manusia untuk dapat memnuhi kehidupan  hidupnya  secara cepat pula. Pemenuhan kebutuhan hidup secara cepat telah mendorong dan membuka peluang bagi manusia untuk melakukan kegiatan bisnis. Aktivitas bisnis itu sendiri diawarnai oleh berbagai bentuk hubungan bisnis atau kerjasama bisnis yang melibatkan para pelaku bisnis, hubungan bisnis atau kerja sama bisnis  yang terjadi sangat beraneka ragam tergantung pada bidang bisnis apa yang sedang dijalankan.
      Dengan semakin berkembangnya aktivitas bisnis sekarang ini maka keperluan akan modal atau dana bagi pelaku usaha juga semakin meningkat.oleh karena itu,sarana penyediaan dana yang dibutuhkan oleh pelaku usaha atau masyarakat perlu diperluas.umunya dana yang dibutuhkan tersebut dapat disediakan oleh lembaga perbankan melalui fasilitas kredit. Namun, fasilitas kredit dari perbankan sangat terbatas dan tidak semua pelaku usaha punya akses untuk mendapatkan bantuan pendanaan dari bank,selain itu lembaga perbankan ini juga memerlukan jaminan yang kadang kala tidak bisa dipenuhi oleh pelaku usaha yang bersangkutan,maka perlu suatu upaya lain yaitu tanpa jaminan dan lebih mudah prosesnya.upaya lain tersebut dapat dilakukan melalui lembaga pembiayaan. Lembaga pembiayaan ini diatur dalam keputusan Presiden No.61 Tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988 dan dijabarkan lebih lanjut dengan keputusan Mentri Keuangan Nomor 1251/KMK,013/1988 tanggal 20 Desember 1988 Juncto Keputusan Menteri Keuangan  Nomor 486/KMK,017/1995 tentang ketentuan tata cara pelaksanaan lembaga pembiayaan.
B.            Rumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang diatas,maka dapat merumuskan masalah  mengenai pembiayaan usaha yang berkembang,yaitu sebagai berikut :
1.             Bagaimana uraian penjelasan mengenai masalah – masalah dalam pencarian modal usaha,pembiayaan bisnis,penentuan hubungan finansial perusahaan,analisa pulang pokok.
2.             Bagaimana mencari sumber modal usaha,hubungan dengan pemodal,dan penilaian perusahaan.

C.           Tujuan Penulisan
1.             Mengetahui dan memberikan informasi yang lebih detail penjelasan mengenai masalah – masalah dalam pencarian modal usaha,penentuan hubungan finansial perusahaan,analisa pulang pokok.
2.             Mengetahui dan memberikan informasi yang lebih detail penjelasan mengenai bagaimana mencari sumber modal usaha,hubungan dengan pemodal,dan penilaian perusahaan.

D.           Manfaat
Untuk semua pembaca diharapkan agar makalah ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya pembiayaan usaha yang berkembang serta bagaimana cara mencari modal usaha serta masalah – masalah apa yang akan dihadapi dalam penvarian modal usaha guna pembiayaan usaha yang berkembang.

BAB II
PEMBAHASAN
Untuk melakukan usaha dalam pengembangannyan tentu kita memerlukan suatu pembiayaan yang begitu banyak sehingga harus melakukan suatu usaha kerja sama dengan pihak lain dalam pencarian modal usaha.
A.       Masalah – Masalah Dalam Pencarian Modal Usaha
Beberapa masalah yang sering ditemui  dalam pencarian modal antara lain :
a.             Kurangnya ketajaman bisnis. (  misal : tidak jeli melihat peluang,tidak dapat mengadaptasi dengan baik). Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan,tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
b.             Kurangnya pengalaman bisnis. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan,keterampilan mengelola sumber daya manusia,maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. Pengalaman yang cukup bisa menjadikan peluang usaha yang baik.
c.              Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal. (baik secara finansial maupun berupa mesin). Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan efektif.
d.             Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi. Kurang dapat mengendalikan keuangan.agar perusahaan dapat berhasil dengan baik,faktor yang paling utama dengan keuangan adalah memelihara aliran kas,mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran khas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
e.              Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha.tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
a.              Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan membuat para wirausahawan gagal dalam menjalankan usahanya. Hal ini menyebabkan adanya faham budaya feodal warisan kolonialisme jaman dahulu yang menganggap bahwa menjadi wirausahawan lebih banyak resiko yang mesti ditanggung,beda dengan menjadi seorang karyawan atau buruh yang hanya memikirkan pekerjaan.resiko bisnis yang terlalu tinggi,tingkat keuntungan dan pengembangan investasi yang rendah.
b.             Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti, juga disebabkan karena tidak kompetennya dalam manajerial.tidak kompeten atau tidak memiliki pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
c.            Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis dalam kemampuan mengkoordinasikan,mengelola sumber daya manusia,maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
d.             Prefrensi dari pemodal yang mengaharuskan adanya proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi.
e.              Kurangnya hubungan dengan sumber – sumber modal mengakibatkan sulitnya wirausahawan untuk mengembangkan usahanya.

B.       Pembiayaan Bisnis
Sebelum melakukan pembiayaan bisnis,seorang wirausahawan haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi,yaitu :
a.              Identifikasi usaha yang akan dijalankan
b.             Identifikasi sumber pembiayaan, identifikasi sumber pembiayaan dibagi menjadi dua :
1.      Internal (modal perusahaan)
2.      Eksternal (investor atau kredit bank)


·           Tahapan – tahapan pembiayan bisnis
A.  Pembiayaan tahap awal :
a.              Pembiayaan pendanaan modal benih (seed capital) dalam jumlah yang relatif kecil.
b.             Pembiayaan/pendanaan pemula pengembangan produk dan pemasaran awal.

B.  Pendanaan ekspansi atau pengembangan,merupakan tahapan dimana modal atau dana yang diperoleh dari sumber pembiayaan internal ataupun eksternal digunakan untuk mengembangkan dan memperluas usaha tersebut.

C.  Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts, adalah akuisisi ( biasanya perusahaan,tetapi bisa pula aset tunggal seperti real estate) yang harga belinya dibantu oleh gabungan saham dan utang dan yang arus kas atau aset targetnya dipakai untuk menjamin dan melunasi utang.karena utang biasanya memiliki biaya modal yang lebih rendah daripada saham,imbal balik saham meningkat seiring peningkatan utangnya. Utang tersebut otomatis menjadi dongkrak untuk menambah imbal balik yang menjadi asal usul istilah LBO.

·           Menetapkan prioritas bisnis
Dalam menentukan pembiayaan modal,wirausahawan harus menentukan jumlah dana  maupun waktu yang dibutuhkan,disamping proyeksi penjualan dan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan menengah kecil biasanya kesulitan modal usaha berbeda dengan perusahaan besar yang mempunyai potensi untuk berkembang.tahapan pendanaan bisnis adalah :
1.      Pembiayaan tahap awal :
2.      Pendanaan ekspansi atau pengembangan
3.      Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts.
Pembiayaan tahap awal biasanya sangat sulit  dan sangat mahal didapatkan. Sedangkan pembiayaan ekspansi dan perkembangan lebih mudah diperoleh. Pembiayaan dalam pengembangan bisnis sifatnya lebih sfesisik. Untuk mendapatkan modal perlu mengetahui berapa banyak kebutuhan finansial perusahaan. Perencanaan fasilitas terdiri dari likuiditas dan laba yang dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan dimasa depan. Proyeksi laba juga memiliki keabsahan independent sebagai laporan rugi laba dimasa depan.
Uang merupakan bentuk kekuasaan yang fleksibel,tetapi cara untuk mendapatkan kekuasaan tersebut bisa dilakukan dengan cara lain untuk mengganti pengeluaran uang dengan pembagian sejumlah tertentu saham untuk menarik orang yang mungkin keahliannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Sebagian besar investor pemodal mempunyai ketidaksukaan yang besar terhadap resiko. Prosedur analisa dan penyaringan yang dilakukan investor untuk meminimalisasi dua jenis resiko :
1.             Resiko tidak dikenalnya wiraswastaan yang menyebabkan hilangnya modal.
2.             Resiko hilangnya waktu yang digunakan untuk proyek yang tidak produktif.

C.       Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Sebelum melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal,dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. Selain itu juga seorang wirausaha harus ada perencanaan finansial yaitu :
1.             Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan).
2.             Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba).
Serta wirausaha juga perlu menentukan hubungan finansial perusahaan yang dilakukan dengan cara penentuan kebutuhan kas untuk memulai usaha,diantaranya melalui beberapa pendekatan seperti :
a.              Pendekatan pendapatan.
     Mengembangkan jumlah modal yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah tertentu pendapatan tahunan.
b.             Pendekatan tingkat sewa, menentukan jumlah penjualan dan kemudian modal yang dibutuhkan untuk mendukung sewa yang dimaksud.
c.              Pendekatan kas yang tersedia, dimulai dengan jumlah modal yang dimaksud untuk menentukan pendapatan yang mungkin dari penggunaan yang efisien. Penentuan kebutuhan kas bagi perusahaan yang sudah ada dilakukan dengan :


a.              Proyeksi laporan rugi laba
b.             Adalah suatu gambaran salah satu laporan keuangan dalam akuntasi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam suatu periode akuntansi.
c.              Proyeksi laporan neraca
Adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva,utang dan modal pemilik perusahaan.
d.             Proyeksi arus kas
Menggambarkan adanya suatu penerimaan dalam aliran kas masuk perusahaan dari kegiatan perusahaan tersebut.
e.              Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas.

D.       Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai,agar tercapai posisi impas/pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi tidak juga menderita rugi). Analisa pulang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi, unsur – unsur dasar analisa pulang pokok :
1.             Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang umumnya selalu konstan,bahkan dimasa sulit. Biaya tetap tidak terpengaruh oleh perubahan – perubahan dalam aktivitas operasi sampai pada kondisi tertentu,kondisi dimana sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Contoh : misalkan anda punya usaha toko komputer,biaya untuk menggaji karyawan yang jaga toko adalah 500 ribu perbulan.mau yang beli komputer dalam sehari ada 10 orang atau tidak ada yang beli sama sekali, biaya yang harus anda keluarkan tidak berubah,yaitu 500 ribu untuk menggaji karyawan  anda,oleh sebab itu 500 ribu tersebut merupakan biaya tetap.
2.             Biaya variable (variable cost) adalah biaya yang umunya berubah – ubah sesuai dengan volume bisnis. Makin besar volume penjualan anda,makin besar pula biaya yang harus anda keluarkan.contoh : (biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dalam pembuatan sebuah produk adalah biaya variable) misalnya pembuatan sebuah baglog membutuhkan biaya Rp. 1500 rupiah untuk bahan bakunya dan 500 rupiah untuk tenaga kerja yang membuatnya. Maka biaya variable dari baglog tersebut adalah 2000 rupah per unitnya. Total biaya variablenya bisa berubah – ubah,bergantung berapa banya baglog yang bisa dibuat oleh si buruh. Jika si buruh ganya mampu membuat 10 baglog,maka total biayanya adalah Rp. 2000 x 10 unit = Rp. 20.000,00. Jika hanya mampu membuat 1 buglog maka Rp.2000 x 1 = Rp. 2000. Biaya ini dikatakan biaya variable,kerena berubah – ubah tergantung pada volume bisnis tersebut.
3.              Biaya tetap. Adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi. Dimana TC = TFC + TVC
4.             Pendapatan total, adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang ataupun outputnya.
5.             Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan dengan belanja. Dalam ekologi ada dua macam keuntungan : (a) keuntungan sinergis, didapat karena efisiensi artinya melakukan produksi dengan cara yang lebih murah sehingga keuntungan yang didapat menjadi lebih banyak, (b) keuntungan transfer  adalah keuntungan yang didapat dengan memberikan kerugian kepada pihak – pihak lain. Misalnya kerugian polusi,limbah dan sebagainya (relasi tak- sadar).
6.             Kerugian,  merupakan masalah utama yang harus dihadapi oleh wirausahawan oleh karenanya para pengusaha harus tahu betul titik kelemahan dan kerugian tersebut
7.             Titik pulang pokok, yaitu dimana perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mendapatkan kerugian.
Rumus Perhitungan Impas :
a). Dalam satu unit terjual = biaya tetap / (harga@ - biaya variable @)
b). Dalam penjualan rupiah = biaya tetap 1/ - (biaya variabel @ / harga @)

E.       Mencari Sumber Modal Usaha
Sebelum melakukan pencarian modal usaha,seorang wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakan penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut pencarian  sumber modal usaha tersebut berasal dari :
a.              Modal perusahaan
b.             Modal patungan ( perusahaan dengan investor)
c.              Modal dari investor
d.             Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua kategori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat.

F.        Hubungan Dengan Pemodal
Menjalin suatu hubungan yang baik dengan pemilik modal sangatlah penting dikarenakan pemilik modal adalah seseorang yang penting dalam kelangsungan dalam suatu usaha. Berikut adalah cara menjalin hubungan dengan pemilik modal diantaranya :
1.             Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal.
2.             Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang.
3.             Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian atau pengembalian modal.

G.      Penilaian Perusahaan
Seorang wirausahawan harus melakukan penilaian tertentu terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan,diantaranya seperti :
1.             Laporan rugi / laba
Adalah gambaran suatu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suat perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
2.             Laporan  neraca
Adalah suatu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadana keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan dafta aktiva,utang dan modal pemilik perusahaan.
3.             Laporan perubahan modal
Merupakan salah satu bentuk laporan keuangan yang memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal  selama dalam masa periode tertentu.
4.             Laporan arus kas
Menggambarkan adanya suatu penerimaan dalam aliran kas masuk perusahaan dari kegiatan perusahaan tersebut.Melakukan evaluasi eksternal  ( melalui angket / kuis),bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Untuk melakukan usaha dalam pengembangannyan tentu kita memerlukan suatu pembiayaan yang begitu banyak sehingga harus melakukan suatu usaha kerja sama dengan pihak lain dalam pencarian modal usaha.
·           Masalah – Masalah Dalam Pencarian Modal Usaha
Beberapa masalah yang sering ditemui  dalam pencarian modal antara lain :
A.           Kurangnya ketajaman bisnis.
B.            Kurangnya pengalaman bisnis
C.            Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal
D.           Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi.
E.            Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha

·                Pembiayaan Bisnis
Tahapan – tahapan pembiayan bisnis
A.           Pembiayaan tahap awal :
§  Pembiayaan pendanaan modal benih (seed capital) dalam jumlah yang relatif kecil.
§  Pembiayaan/pendanaan pemula pengembangan produk dan pemasaran awal.
B.            Pendanaan ekspansi atau pengembangan
C.            Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts.

·                Menetapkan prioritas bisnis
Dalam menentukan pembiayaan modal,wirausahawan harus menentukan jumlah dana  maupun waktu yang dibutuhkan,disamping proyeksi penjualan dan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan menengah kecil biasanya kesulitan modal usaha berbeda dengan perusahaan besar yang mempunyai potensi untuk berkembang.tahapan pendanaan bisnis adalah :
1.             Pembiayaan tahap awal :
2.             Pendanaan ekspansi atau pengembangan
3.             Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts.

·                Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Sebelum melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal,dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. Selain itu juga seorang wirausaha harus ada perencanaan finansial yaitu :
1.      Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan).
2.      Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba).
Serta wirausaha juga perlu menentukan hubungan finansial perusahaan yang dilakukan dengan cara penentuan kebutuhan kas untuk memulai usaha,diantaranya melalui beberapa pendekatan seperti :
1.Pendekatan pendapatan.
2. Pendekatan kas yang tersedia, dimulai dengan jumlah modal yang dimaksud untuk menentukan pendapatan yang mungkin dari penggunaan yang efisien.
·           Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai,agar tercapai posisi impas/pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi tidak juga menderita rugi). Analisa pulang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi, unsur – unsur dasar analisa pulang pokok :
-                 Biaya tetap (fixed cost)
-                 Biaya variable (variable cost)
-                 Biaya tetap
-                 Pendapatan total
-                 Keuntungan
-                 Kerugian
-                 Titik pulang pokok

·                Mencari Sumber Modal Usaha
Sebelum melakukan pencarian modal usaha,seorang wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakan penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut pencarian  sumber modal usaha tersebut berasal dari :
1.             Modal perusahaan
2.             Modal patungan ( perusahaan dengan investor)
3.             Modal dari investor
4.             Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua kategori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat.

·                Hubungan Dengan Pemodal
Menjalin suatu hubungan yang baik dengan pemilik modal sangatlah penting dikarenakan pemilik modal adalah seseorang yang penting dalam kelangsungan dalam suatu usaha. Berikut adalah cara menjalin hubungan dengan pemilik modal diantaranya :
a.              Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal.
b.             Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang.
c.              Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian atau pengembalian modal.

·                Penilaian Perusahaan
Seorang wirausahawan harus melakukan penilaian tertentu terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan,diantaranya seperti :
a.              Laporan rugi / laba
b.             Laporan  neraca
c.              Laporan perubahan modal
d.             Laporan arus kas

B.      Saran
Saran penulis agar pembiayaan usaha baru dapat dikembangkan dengan beberapa masalah yang harus diketahui dan langkah apa saja yang harus ditempuh agar usaha barupun dapat berkembang lebih baik lagi.













Selasa, 14 April 2015

PROPOSAL PKM

                                                                                                                                                                  PROPOSAL PROGRAM HIBAH BINA DESA

PEMANFAATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF (BIOGAS)






Oleh:
Akramul ‘Ibad (1210072803013-2012)
Adek Suhendra (1210072803035-2012)
Debby Permata Sari (1210072803016-2012)
Meri Oktavia (1210072803017-2012)
Yulhendra Adhari (1210072803002-2012)


AKADEMIK MANAJEMEN INFORMASI DAN KOMPUTER
(AMIK) KOSGORO
SOLOK
2015





HALAMAN PENGESAHAN
USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
  1. Judul Kegiatan                        : Pemanfaatan Bahan Bakar Altenatif (BIOGAS)
  2. Tema                                       : Biogas
  3. Nama Organisasi Pelaksana    : PKM Kewirausahaan
  4. Ketua Pelaksana                      : Adek Suhendra
NIM /NRP                              :120100728030
Program Studi / Jurusan          :Teknik Komputer
Perguruan Tinggi                     : AMIK Kosgoro Solok
No. Telp / Hp                          : 0823899505xx
a.       E-mail                                 : Adexuncu11@Gmail.com

5.      Jumlah Anggota Pelaksana (orang) : 4 Orang
  1. Dosen Pendamping
a.       Nama Lengkap, Gelar        : Drs.Mafardi Ahmad, M.Pd
b.      NIP                                     : 196011231987031006
c.       No. Telp/ Hp                       :
7.      Lokasi Kegiatan / Mitra                   : Jorong Sawah Sudut, Nagari Selayo
Kelurahan / Kec                               : Kecamatan Kubung
Kabupaten / Kota                             : Solok
Provinsi                                            : Sumatera Barat
Jarak PT ke lokasi mitra (km)           : 5 km
8.      Jangka Waktu Pelaksanaan (bulan) : 1 bulan
9.      Biaya Total (Rp)                              : Rp. 28.905.000,-
Dikti (Rp)                                         : Rp.50.000.000-,
           Sumber lain (Rp)                              :  Rp. 0-,

Solok, 3 April 2012

Menyetujui,
Dosen Pendamping





             (Drs.Mafardi Ahmad, M.Pd)
              NIP : 196011231987031006
Ketua Pelaksana Kegiatan





(Adek Suhendra)
NIRM: 12100728030






IDENTITAS PROPOSAL PROGRAM HIBAH BINA DESA

1.      Judul                                       : Pemanfaatan Alam Alternatif (BIOGAS)
2.      Tema                                       : Bio Gas
3.      Nama Organisasi Pelaksana    :UKM
4.      Ketua Pelaksana                      : Adek Suhendra
Nama                                       :Adek Suhendra
NIM                                        :1210072803035
Tahun Angkatan                      : 2012
Jurusan / Departemen              : Teknik Komputer                
Program Studi / Jurusan          : Teknik Komputer
Perguruan Tinggi                      : AMIK Kosgoro Solok
Alamat Perguruan Tinggi        : Jl Koto Panjang No. 340 Kota Solok  
No. Telpn/ Hp                         : 082389950595
E-mail                                      : Adexuncu11@Gmail.com
Anggota                                   
Nama                                       :Akramul ‘ibad
NIM                                        : 1210072803013
Jurusan / Departemen              : Teknik Komputer
Perguruan Tinggi                     : AMIK Kosgoro Solok
Nama                                       :Debby Permata Sari
NIM                                        : 1210072803016
Jurusan / Departemen              : Teknik Komputer
Perguruan Tinggi                     : AMIK Kosgoro Solok
Nama                                       :Meri Oktavia
NIM                                        : 1210072803017
Jurusan / Departemen              : Teknik Komputer
Perguruan Tinggi                     : AMIK Kosgoro Solok
Nama                                       :Yulhendra Adhari
NIM                                        : 1210072803002
Jurusan / Departemen              : Teknik Komputer
Perguruan Tinggi                     : AMIK Kosgoro Solok

Nama Penanggun  Jawab         : Adek Suhendra
(PR / PK / PD)                          :
NIP                                            : 12100728030
Nama Dosen Pendamping       : Drs.Mafardi Ahmad, M.Pd
NIP / NIDN                             : 196011231987031006
No. Hp                                                 :
E-mail                                      :
Biaya yang diperlukan (Rp)    : Rp  28.905.000,-
Biaya yang diusulkan(Rp)       : Rp 50.000.000-,                          



PENDAHULUAN


A.    LATAR  BELAKANG MASALAH

Kenaikan harga minyak dunia dan menurunnya ketersediaan cadangan bahan bakar minyak, berdampak pada krisis energi yang besar-besaran. Krisis energi yang  terjadi sangat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat dan tentu saja memengaruhi segala aspek perokonomian. Kondisi ini berdampak pula pada harga bahan bakar minyak yang  semakin tinggi dan sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pedesaan. Seiring kenaikan bahan bakar minyak yang meningkat secara signifikan, memengaruhi kebutuhan masyarakat akan energi juga terus meningkat; karena kenaikan harga bahan bakar minyak ini tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan. Hal ini, membuat dampak pada  kesejahteraan masyarakat menjadi rendah, khususnya masyarakat di Sawah Sudut Nagari Selayo Kabupaten Solok yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Masyarakat nagari Selayo yang bekerja sebagai tani dan buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap dan sangat rendah.
Selain meningkatnya harga bahan bakar minyak, maka Program konversi minyak tanah ke gas, menjadi pilihan utama masyarakat. Masyarakat memilih  menggunakan  LPG karena Gas dalam tabung berkapasitas 3 kg dapat diperoleh di warung atau toko-toko sekitar lokasi. Gas dalam tabung 3 kg tersebut dipasarkan dengan harga Rp 15.000,00 per tabung. Dalam satu bulan rata-rata setiap rumah tangga menghabiskan 3-4 tabung gas. Namun, sering kali harga gas melonjak ketika keberadaan gas berkurang atau langka di pasaran tanpa masyarakat mengetahui penyebabnya. Tentu saja hal ini membebani dan merepotkan masyarakat yang telah tergantung pada pemakaian LPG.
Kebijakan pemerintah untuk mengatasi kelangkaan energi mengalami kendala karena pengembangan energi baru dan terbarukan belum dikembangkan secara optimal. Ketergantungan pada minyak masih tinggi seiring peningkatan kebutuhan energi, padahal suplai minyak kian ketat ditengah persaingan global, sehingga kemandirian energi masih sebatas mimpi.
Masyarakat pedesaan di nagari Selayo pada umumnya, berprofesi sebagai petani juga merangkap sebagai peternak, Menurut penuturan masyarakat setempat khusunya yang lanjut usia, bahwa pada waktu dulu setiap rumah di desa tersebut memiliki hewan dan ternak peliharaan. Hewan-hewan tersebut dipergunakan untuk mendukung pertanian,  baik sebagai pembajak sawah maupun penghasil pupuk organik. Namun, karena kebijakan akan penggunaan pupuk kimia dalam pengolahan pertanian dan munculnya traktor yang digerakkan oleh mesin serta pertimbangan aspek ekonomis yang lain, lambat laun kebutuhan akan dukungan ternak menjadi berkurang. Hal ini berpengaruh pada manfaat hewan sebagai pendukung pertanian dan penghasil pupuk organik, sehingga keterikatan keluarga petani terhadap ternak sapinya mengalami penurunan.
Di samping itu, pemerintah pun membuka lebar-lebar pintu import sapi maupun dagingnya yang dengan serta merta menjungkalkan harga sapi lokal hingga berada dibawah biaya pemeliharaannya.
            Permasalahan kebutuhan energi di pedesaan sebenarnya dapat diselesaikan dengan menggunakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diperoleh dari lingkungan sekitar dan bersifat dapat diperbaharui. Salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan yang dapat diupayakan di pedesaan adalah biogas (gas bio) yang dihasilkan dari bahan-bahan organik seperti kotoran hewan ternak. Kandungan biogas terdiri dari gas metan (60%-70%), karbondioksida (40%-30%), dan beberapa gas lain dalam jumlah kecil. Energi lestari ini dapat diperoleh melalui proses anaerob dalam suatu wadah yang disebut digester. Pada prinsipnya pembuatan biogas sangat sederhana, yaitu memasukkan substrat (kotoran sapi) ke dalam digester yang menyekat ruangan di dalamnya dari udara lingkungan (anaerob). Dalam waktu tertentu, biogas akan terbentuk yang selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya untuk menggantikan bahan bakar  kompor gas (LPG).
Disamping dapat mengasilkan energi yang ramah lingkungan, penggunaan biodigester dapat pula membantu sistem pertanian dengan hasil sampingannya berupa pupuk organik dengan mutu yang baik. Seperti diketahui pupuk organik dapat mengembalikan kualitas tanah dan menghasilkan produk pertanian yang sehat untuk dikonsumsi. Hal ini lambat laun akan membawa kembali peran penting ternak dalam siklus kehidupan petani.
Efek positif yang lain dalam pemanfaatan biodigester adalah dapat membantu upaya mengurangi emisi gas metan (CH4) yang dihasilkan dari dekomposisi bahan organik yang diproduksi di sektor pertanian dan peternakan.  Dalam sektor peternakan, kotoran sapi tidak dibiarkan terdekomposisi secara terbuka melainkan difermentasi menjadi energi biogas dalam ruangan digester, sehingga gas metan yang dihasilkan tidak akan mencemari udara. Lingkungan hidup di sekitar peternakan juga menjadi lebih sehat karena tidak tercemari bau kotoran ternak, tidak banyak lalat dan nyamuk. Bersama dengan gas karbondioksida, gas metan merupakan gas rumah kaca, yang menyebabkan terjadinya fenomena pemanasan global. Pengurangan gas metan secara lokal ini dapat berperan positif dalam upaya penyelesaian permasalahan pemanasan global, sehingga dapat pula dimasukkan dalam program internasional Clean Development Mechanism.
Tipe desain digester yang telah dipergunakan masyarakat di daerah yang lain adalah jenis fixed dome. Digester tipe ini memiliki daya tampung yang besar dan mudah perawatannya. Tetapi biaya pengadaan setiap unit digester ini mahal (diatas 10 juta rupiah) dan pembuatannya membutuhkan tenaga yang terlatih karena bentuk konstruksinya seperti setengah bola. Kendala biaya dan sumberdaya manusia yang terbatas kemampuannya ini ternyata menjadi penyebab lambatnya perkembangan pemanfaatan biogas di masyarakat.

B.     PERUMUSAN  MASALAH

1.      Bagaimana mengolah kotoran hewan menjadi bahan bakar sehingga  bernilai ekonomis  dan  tidak  menimbulkan polusi  ?
2.      Masyarakat pedesaan belum mengelola secara optimal sumberdaya yang ada di peternakan untuk menuju kemandirian energi dan lingkungan yang lestari ?
3.      Masyarakat belum mengenal banyak tentang  teknologi biodigester yang murah dan mudah dalam pemanfaatannya
4.      Pemanfaatan biogas belum memasyarakat secara luas

C.    TUJUAN

Program kreativitas ini bertujuan untuk :
1.      Meningkatkan pengetahuan tentang manfaat limbah peternakan untuk menciptakan energi lestari dan memelihara lingkungan hidup
2.      Meningkatkan ketrampilan pembuatan biodigester yang mudah dan murah, sehingga masyarakat dapat membuat biodigester secara missal
3.      Mengajak masyarakat untuk memasyarakatkan pemanfaatan limbah peternakan sebagai sumber energi dan pupuk yang lestari
D.    LUARAN YANG DIHARAPKAN

1.    Jasa, desain, barang dan artikel ilmiah.

E.     KEGUNAAN

Diharapkan bahwa hasil program  ini akan berguna untuk:
1. Menghasilkan jasa pelatihan produksi bahan bakar yang  murah dan  mudah di pindah-pindahkan (portable)
2.Membantu masyarakat untuk mandiri energi  dan hemat energi
3.Menghemat keuangan dan  meningkatkan labah bagi usaha kecil
4.Membantu pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM
5.Membuat lingkungan  menjadi bersih dan pedagang serta ternak ayam sehat
6.Menerapkan dan menyebarluaskan informasi tentang ilmu pengetahuan dan
   teknologi  (IPTEKS)    kepada masyarakat luas.

F.     Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
           
  1. Kotoran hewan bertumpuk
  2. Kotoran hewan belum diolah
  3. Pendidikan masyarakat yang kurang
  4. Pengetahuan mengolah kotoran maksimal
  5. Mereka sering keolahan bahan bakar minyak tanah dan gas yang sering langkah dan mahal.
  6. Pendapatan mereka yang  rendah
  7. Kehidupan mereka di bawah kesejaterahaan
  8. Lingkungan yang kotor



Rabu, 01 April 2015

No April Mop !!




Layaknya Valentine yang dijadikan sebagai perayaan hari kasih sayang, ada satu kebiasaan jahiliah lain yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari dilegalkannya dusta, di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?

April Mop atau April Fool's Day merupakan tradisi barat yang kini mulai ditiru oleh muda mudi dinegara kita yang notabene mayoritas penganut agama islam. Pada prakteknya, April Mop atau April Fool's Day adalah mengerjai atau membohongi orang dengan tujuan mengibur atau lelucon. Sebagai perayaannya, tanggal 1 April diperbolehkan untuk mengerjai orang, mulai dari yang muda hingga tua. Semua memperingatinya dengan suka cita. Mereka menganggap perayaan ini sebagai trend modern,  tak dipungkiri sebagian dari mereka masih banyak yang belum mengetahui sejarah asal muasal hari tersebut. Mereka melakukanya  hanya berdasarkan” ikut ikutan".
Cerita singkatnya dulu pada tanggal 1 april 1487 pasukan salib menguasai Spanyol. Saat itu muslim telah menduduki Spanyol. Ketika kota terkepung, pembantaian kecil pun terjadi. Tentara salib dengan keji membantai kaum muslim, termasuk perempuan dan anak-anak. Setelah pembantaian kecil itu, tentara salib berjanji untuk memberi kesempatan kepada kaum muslim meninggalkan Spanyol melalui pelabuhan Granada. Dimana tentara salib telah menyiapkan ratusan kapal. Sebagian muslim percaya dan ada juga yang tidak percaya. Mereka tetap di rumah untuk bersembunyi. Karena memang hari berbohong, maka rumah-rumah dibakar dan tewaslah muslim yang berdiam di dalamnya. Sementara kapal-kapal yang disediakan juga turut dibakar. Kekejian tentara salib bertambah menyala-nyala pembantaian besarpun terjadi. Ribuan muslim di pelabuhan dikepung dan dibantai dengan tanpa rasa kemanusiaan. Mereka yang tewas kebanyakan dari anak-anak dan perempuan. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.


Didalam Islam hukum berdusta adalah dosa. Orang yang berdusta mereka itulah termasuk  bagian dari orang munafik “dan apabila mereka berkata mereka berdusta” berdusta dengan dalih untuk menghibur tidaklah dibenarkan dalam ajaran islam . Islam mengajarkan kita agar berkata jujur, meski terkadang kebenaran itu pahit untuk diterima. Seorang muslim yang baik adalah yang dia berkata benar atau diam. Lidah tak bertulang luka dibadan akan sembuh jika diobati namun luka dihati akibat dari lidah yang tajam akan sulit terobati. Begitulah islam sangat memperhatikan ucapan yang keluar dari lidah umatnya. Bergurau dibolehkan asal tidak mengandung unsur hinaan, ejekan, pelecehan, dusta apalagi sampai melukai hati saudara kita. Sebab seorang muslim akan hilang muru’ahnya ketika ia banyak bicara lagi tidak berguna.

Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.”  ( HR At-Tirmidzi no. 2305. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi.))

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” (HR Abu Dawud no. 4990. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih Targhib wat-Tarhiib no. 2944))

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudara se-iman kita disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Dan kini apakah kita masih ingin tetap merayakannya??? Tidakkah kita menjadi orang yang keji seperti mereka ( tentara salib )???